2009-11-22

Cervical Cap ( = Kontrasepsi Diafragma )

Cervical cap merupakan kontrasepsi wanita, terbuat dari bahan latex, yang dimasukkan ke dalam liang kemaluan dan menutupi leher rahim (serviks). Efek sedotan menyebabkan cap tetap nempel di leher rahim. Cervical cap berfungsi sebagai barier (penghalang) agar sperma tidak masuk ke dalam rahim sehingga tidak terjadi kehamilan. Setelah berhubungan (ML) cap tidak boleh dibuka minimal selama 8 jam. Agar efektif, cap biasanya di campur pemakaiannya dengan jeli spermisidal (pembunuh sperma). Efektifitasnya berkisar 70-90%.

Efektifitas tegantung pada pas atau tidaknya ukuran cap. Untuk itu diperlukan fitting (ngepas) cap. Cap bisa dipasang selama 48 jam. Dipasang saat akan ML. Tidak dianjurkan pemakaiannya saat haid.Saat pemasangan cap diisi 1/3 bagian dengan spermisidal. Jangan terlalu berlebihan, karena akan menyebabkan cap terlepas dari serviks. Hati2 jika melakukan o**l seks, bersihkan sisa spermisida di sekitar vagina, karena rasanya sangat tidak enak he he he pis...

Cari posisi yang nyaman saat memasukkan cap ke dalam vagina. Berdiri dengan satu kaki diatas kursi, berdiri mengangkang atau berbaring dengan lutut ditekukkan. Satu tangan membeberkan bibir vagina, sementara tangan yang satunya memasukkan cap. Gunakan jari untuk mendorong cap sampai ke leher rahim. Ceksekeliling cap apakah sudah masuk dengan benar ke serviks. Test efek sedotan dengan mendorong dan menarik cap.

Setelah ML, tunggu sampai 8 jam sebelum membuka cap. Pergunakan jari untuk melepaskan efek mengisap daro cap. Jika cap sulit dijangkau, coba posisi jongkok dan meneran. Jika cap lepas saat ML, maka pergunakan kontrasepsi darurat (kondar).

Efek samping
Sebagian kecil wanita akan mengalami reaksi alergi akan bahan latex atau spermisidalnya.  

Keuntungan

  • Bisa dipakai jauh sebelum ML.
  • Mudah dibawa dan nyaman.
  • Tidak mempengaruhi siklus haid.
  • Tidak mempengaruhi kesuburan.
Kerugian

  • Tidak melindungi dari HIV/AIDS.
  • Butuh fitting sebelumnya.
  • Ada wanita yang gak bisa muat (fitted).
  • Kadang pemakaian dan membukanya agak sulit.
  • Bisa copot saal ML.
  • Kemungkinan reaksi alergi
Cara Pemasangan Cap


Gasa

SILAKAN DI SHARING VIA FACEBOOK (KLIK IKON F Share), TWITTER (IKON RETWEET) DAN GOOGLE BUZZ (ICON BUZZ IT) JIKA MENURUT KAMU POST INI AKAN BERMANFAAT JUGA BAGI ORANG LAIN. TERIMA KASIH SEBELUMNYA.
Buzz this

Artikel lain yang berhubungan dengan:



 

Recent Readers

It's me ™

My Photo
RSUD Tanjung Uban, Propinsi Kepulauan Riau, Indonesia
Pernah bertugas di Puskesmas Midai Kab Natuna dan Puskesmas Tuapaya Kab Bintan. Dokter Umum dan Obgyn di FK Universitas Andalas Padang.

Ikutan yuk