Teratozoospermia (terato = monster) adalah bentuk sperma yang tidak normal. Dikategorikan dalam 3 kelompok yaitu yang ringan sekitar 15% sperma masih normal 10-15 % sedang serta kurang dari 10% dikategorikan berat. Secara normal, sperma yang baik harus memiliki kepala yang berbentuk oval, dengan penghubung pada bagian tengahnya serta ekor yang panjang.
Gambar sperma normal

Berbagai pengobatan yang dilakukan terbukti tidak ada yang efektif seperti klomifen, HMG dan suntikan HCG, testosteron, vitamin E, vitamin C, anti-oksidan, diet tinggi protein, hoemeopati , dan bahkan pembedahan (varikokel). Tindakan pembedahan ini hanya memperbaiki bentuk sperma sekitar 30 % saja.
Teratozoopermia

Jika ditemukan kondisi ini sebaiknya dilakukan cara yang lebih efektif seperti bayi tabung. Sedangkan tindakan IUI (inseminasi) juga ternyata tidak banyak membantu.
ICSI (tindakan menyuntikkan sperma ke dalam sel telur) telah memberikan pendekatan yang revolusionerpada laki-laki yang tidak subur, dan menjanjikan kemungkinan bagi setiap orang untuk punya bayi, tidak peduli bagaimana abnormal sperma-nya.
Teratozoosermia tidak berhubungan dengan fisik, keadaan umum kesehatan, diet, nafsu seksual atau frekuensi berhubungan seks. Secara persis tidak diketahui penyebabnya.
selengkapnya...
Gambar sperma normal

Berbagai pengobatan yang dilakukan terbukti tidak ada yang efektif seperti klomifen, HMG dan suntikan HCG, testosteron, vitamin E, vitamin C, anti-oksidan, diet tinggi protein, hoemeopati , dan bahkan pembedahan (varikokel). Tindakan pembedahan ini hanya memperbaiki bentuk sperma sekitar 30 % saja.
Teratozoopermia

Jika ditemukan kondisi ini sebaiknya dilakukan cara yang lebih efektif seperti bayi tabung. Sedangkan tindakan IUI (inseminasi) juga ternyata tidak banyak membantu.
ICSI (tindakan menyuntikkan sperma ke dalam sel telur) telah memberikan pendekatan yang revolusionerpada laki-laki yang tidak subur, dan menjanjikan kemungkinan bagi setiap orang untuk punya bayi, tidak peduli bagaimana abnormal sperma-nya.
Teratozoosermia tidak berhubungan dengan fisik, keadaan umum kesehatan, diet, nafsu seksual atau frekuensi berhubungan seks. Secara persis tidak diketahui penyebabnya.
















